Menu

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Oktober 2012

Cerpen - PIJAR-PIJAR LEMBAYUNG


PIJAR-PIJAR LEMBAYUNG

Bukan mati kata tapi memang tak ada tema
Bukan terpendam tapi memang berusaha tenang
Terhentak hidup terseset-seset batu jalan
Tak tentu arah laksana pijar lemah hidup sungkan

Delima si wanita cantik
Menghias hidup kudekati berayu pernik
Lembayung cinta menghempas lembut tak tangkap hati
Namun sial, tipuan lembut melunglai lupa sejati.

Laksana perak pohon pisang bersolek lipstick
Tak layak sebenarnya kukias si cantik
Namun hati dan alam terbelesit membisik
Sudahlah, biarlah ku yang tercekik.

Senandung pijar-pijar lembayung tak tahu arti
Ingin mengungkap tak ada makna yang sejati
Di tangan manusia mana enak itu yang dicari
Tak luput aku, ah malu jika harus mengisi.

Kau bingung?
Aku juga bingung.
Kau heran?
Aku memang sengaja.
Kau Tanya dari mana asalnya?
Namun ku sulit menjawabnya
Mungkin karma.
Tunggu dulu.
Apakah karma dan takdir beda?
Kukira sama, itu yang kupinta.

Ingin ku kata tikus-tikus
Mukamu tu nggak pecus.
Sok gaul malu di kata bengus
Agar lebih cocok ahiri saja dengan rebus.
30 agustus 2011

Minggu, 30 September 2012

Puisi - UNTUK SAHABATKU TERSAYANG


UNTUK SAHABATKU TERSAYANG

Apakah kau tak kangen menulis wahai sahabatku
Kita terlalu sibuk dengan dunia hingga melupakan yang seharusnya kita jaga
Kita terlalu takut dengan hiasan-hiasan palsu
Dan terlalu ingin dan berharap pada dunia ini akan memberikan suatu yang nikmat
Padahal itu fana
Benar, itu fana… maka berhati-hatilah teman
Sayangilah dirimu
Aku sayang kamu
Aku yang paling tahu dirimu sete;ah tuhanmu
Akankah kau ingin bunuh dirimu sendiri
Kau cara nikmat hampa
Dan lupa pada dirimu sendiri
Ah. Semoga Allah memaafkan kita.

Puisi - TAK SAMPAI NERAKA


TAK SAMPAI NERAKA

Tak ada senjata yang lebih handal dari sebuah rencana
Tak ada rencana jitu tanpa mengatur waktu
Tak ada guna waktu jika tak ada jurus langgeng
Tak ada kata langgeng jika tak kekang nafsu

Ba bi bu beta
Ta ti tu teta
Bla bla bla kata
Tiada guna tanpa tindak nyata

Nimbrung film nonton asyik
Pegang hp pejet-pejet buka ef'be
Bosan dikit cari warung terus nimbrung
Bila males tifur pulas sampai puas

Sebenarnya kau manusia atau malaikat sih?
Atau kau menusia atau setankah?
Jika malaikat kenapa tak cari surge?
Jika setan, cobalah belajar takut neraka!!

Puisi - SENYUM DALAM IBA


SENYUM DALAM IBA

Aku ingin tersenyum
Tapi apakah senyumku benar-benar benar?
Dalam senyumku puluhan hati patah
Dalam senyumku kulihat mata-mata itu merah

Entah ini anugrah atau bukan
Tapi kadang aku juga takut merasakan
Ya allah ingin kusebut namamu dalam hatiku
Kutakut tangis mereka karena diriku

Tapi tunggu dulu
Semudah itukah kusalahkan hati?
Padahal kadang mereka terlelap mimpi
Saat suara adzan mereka menuli
Rapatkan selimut cuek siska habis mati

Ya Allah.. nikamat rasanya kusebut namau dalam hati
Melega lara hilang susah tempat pasrah
Melihat mereka durhaka kurasa dosa
Melihat mereka sengsara kumengiba

Saat mereka tertimpa lara aku senyum
Saat aku senyum kulihat mereka sedih saat ku mengiba sedih kumeraba
Kenapa sedih pada pendurhaka?
Buksnnys itu ganjaran bencana mereka?

Tarim, 02-oktober-2011

Puisi - SEMUA TAK HARUS BERJALAN MULUS



Semua ingin senang
Semua ingin bahagia
Semua ingin tawa
Semua tak harus berjalan mulus
Semua tak ingin luka
Semua tak ingin pedih
Semua tak ingin luka
Semua tak ingin duka
Semua tak harus berjalan mulus
Untuk tawa terkadang kita harus menangis
Untuk canda terkadang kita harus sinis
Untuk senang terkadang kita harus terbuang
Untuk bahagia tak jarang kita harus luka
Mengembun waktu tiada guna
Menanti laju tak ada daya
Selirih sepoi dedaun tua
Pun kita akan berhenti juga.